Pada postingan sebelumnya kami sudah menjelaskan pengertian dan fungsi dari ADC (Analog to Digital Converter) di sini. Kali ini kita akan membahas Pulse Widht Modulation.

Contoh SMPS

Rangkaian-rangkaian seperti Inverter, Konverter, Switch mode power supply (SMPS) dan Pengontrol kecepatan (Speed Controller) adalah rangkaian-rangkaian memiliki banyak sakelar elektronik di dalamnya. . Untuk mengendalikan sakelar elektronik daya semacam ini, kita biasanya menggunakan sesuatu yang disebut sinyal PWM (Pulse Width Modulation).

PWM pada arduino bekerja pada frekuensi 500Hz, artinya 500 siklus/ketukan dalam satu detik. Untuk setiap siklus, kita bisa memberi nilai dari 0 hingga 255.  Ketika kita memberikan angka 0, berarti pada pin tersebut tidak akan pernah bernilai 5 volt (pin selalu bernilai 0 volt). Sedangkan jika kita memberikan nilai 255, maka sepanjang siklus akan bernilai 5 volt (tidak pernah 0 volt). Jika kita memberikan nilai 127 (kita anggap setengah dari 0 hingga 255, atau 50% dari 255), maka setengah siklus akan bernilai 5 volt, dan setengah siklus lagi akan bernilai 0 volt. Sedangkan jika jika memberikan 25% dari 255 (1/4 * 255 atau 64), maka 1/4 siklus akan bernilai 5 volt, dan 3/4 sisanya akan bernilai 0 volt, dan ini akan terjadi 500 kali dalam 1 detik.

Jadi pada dasarnya, PWM adalah suatu teknik modulasi yang mengubah lebar pulsa (pulse width) dengan nilai frekuensi dan amplitudo yang tetap. PWM dapat dianggap sebagai kebalikan dari ADC (Analog to Digital Converter) yang mengkonversi sinyal Analog ke Digital, sedangkan PWM ini digunakan menghasilkan sinyal analog dari perangkat Digital contohnya dari Mikrokontroller yang ada di sini.

Begitulah cara kerja PWM (Pulse Width Modulation), jika masih ada yang kurang jelas, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya :). Berdasarkan konsep PWM tersebut, kira-kira apa yang bisa kita lakukan? Banyak hal. Salah satunya, kita bisa membuat sistem yang bisa dikontrol untuk menaikkan atau menurunkan secara bertahap. Misal, menaikkan atau menurunkan volume secara digital, menaikkan atau menurunkan tingkat kecerahan lampu dengan tombol, mempercepat atau memperlambat sesuatu, dll.

Jadi seperti itu penjelasan mengenai PWM ini. Lalu bagaimana dengan pengaplikasiannya? Jangan kemana – mana kami akan segera mempostingnya. Terima kasih.

Sumber ada di sini dan di sini. (23 – 03 – 2020)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *